Bahaya Merokok Untuk Kalangan Remaja dan Penyebab Remaja Merokok

Hampir 99% remaja di Indonesia yang menjadi pecandu rokok memulainya dari umur 13 tahun sampai dengan 15 tahun. Hal ini karena remaja memasuki suatu fase dimana mereka sedang mencari identitas diri. Oleh karena inilah, bimbingan orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental anaknya.

Merokok pada saat remaja beresiko tinggi untuk kesehatan karena masih pada masa pertumbuhan. Rokok ini tidaklah hanya merusak pada tingkat fisik, akan tapi juga emosionalnya. Para ahli mengungkapkan resiko kesehatan pada remaja lebih buruk dibanding orang dewasa yang merokok.

Berikut beberapa hal yang bersifat destruktif bagi remaja :

  • Mengganggu konsentrasi belajar di sekolah
  • Perkembangan paru-paru sangat terganggu
  • Lebih sulit sembuh saat sakit
  • Kecanduan
  • Terlihat lebih tua dari usianya

Bahaya merokok bagi remaja itu sangat meningkatkan resiko kanker paru-pru dan penyakit jantung di usia muda. Untuk para pelajar janganlah kalian menganggap merokok itu bisa menghilangkan stress pada saat ujian. Bukti medis sudah menunjukan bahwa merokok tidak menenangkan. Hal ini hanya efek nikotin yang memberikan rasa ketenangan sesaat saja. Selain itu kalau sudah selesai merokok stres akan kembali lagi.

Dan generasi muda sekarang pun sudah sangatlah susah untuk dilarang merokok atau berhenti merokok. Hal ini dikarenakan mereka belum begitu paham kalau di dalam kandungan rokok terdapat zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan dan perkembangan tubuh. Zat-zat apa saja sih yang terkandung didalam rokok? Marilah kita membaca dan menyimak artikel ini yang memberitahukan bahaya zat yang ada di dalam rokok, yaitu:

  • Zat nikotin, yang mempunyai efek candu meskipun rokok menghasilkan rasa rileks
  • Tar, yang mempunyai 4000 bahan kimia, yang memicu bertumbuhnya sel kanker
  • Arsenik , bahan yang digunakan racun tikus
  • Asetilena, senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna
  • Sianida, senyawa kimia kelompok cvano
  • Benzene, senyawa kimia organik yang mudah terbakar
  • Cadmium, sebuah logam beracun radioaktif
  • Methanol, sejenis alkohol sederhana
  • Formaldehida, cairan yang digunakan untuk mengawetkan mayat
  • Ammonia, sangat beracun dalam kombinasinya dengan unsur-usur tertentu
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap kendaraan
  • Hydrogen sianida, zat pembuat plastik dan pestisida yang digunakan untuk membunuh semut

Adapun faktor-faktor penyebab mendorongnya remaja untuk merokok yaitu :

  • Faktor orang tua dan keluarga
  • Teman sebaya yang merokok
  • Rasa ingin tahu (penasaran)

Merokok adalah hak asasi manusia, tetapi harus di ingat hak seseorang dibatasi dengan hak asasi orang lain. Sehingga pecandu rokok aktif haruslah memikirkan masyarakat yang ingin terhindar dari asap rokok.

Dilarang merokok untuk remaja bukan suatu pekerjaan yang sangat mudah karena pengaruh gaya yang mengarah pada penggunaan rokok jauh lebih kuat dan lebih besar daripada promosi-promosi perilaku hidup sehat tanpa rokok apalagi didukung para idola remaja, guru, bahkan ahli kesehatan yang merokok. Pencegaan remaja merokok juga dilakukan dengan meminimalisir tempat-tempat merokok. Tidak kalah pentingnya tauladan orang tua maupun guru untuk tidak merokok didepan remaja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s